KONSEPSI EKONOMI ISLAM

Oleh : Samsul Rizal
(Dosen FE Unismuh Makassar)

Ekonomi sebagai suatu usaha mempergunakan sumber-sumber daya secara rasional untuk memenuhi kebutuhan, sesungguhnya melekat pada watak manusia. Tanpa disadari, kehidupan manusia sehari-hari didominasi kegiatan ekonomi. Ekonomi Islam pada hakikatnya adalah upaya pengalokasian sumber-sumber daya untuk memproduksi barang dan jasa yang sesuai dengan petunjuk Allah Swt. dalam rangka memperoleh ridha-Nya.

Ilmu Ekonomi Islam adalah teori atau hukum-hukum dasar yang menjelaskan perilaku-perilaku antar variabel ekonomi dengan memasukkan unsur norma ataupun tata aturan tertentu (unsur Ilahiah). Oleh karena itu, Ekonomi Islam tidak hanya menjelaskan fakta-fakta secara apa adanya, tetapi juga harus menerangkan apa yang seharusnya dilakukan, dan apa yang seharusnya dikesampingkan (dihindari). Sebagaimana yang telanh dikatatakan oleh Adi Warman Karim (2003: 6), dengan demikian, maka Ekonom Muslim, perlu mengembangkan suatu ilmu ekonomi yang khas, yang dilandasi oleh nilai-nilai Iman dan Islam yang dihayati dan diamalkannya, yaitu Ilmu Ekonomi Islam.

Islam memandang bahwa bumi dan segala isinya merupakan amanah dari Allah kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi ini, untuk dipergunakan sebesar- bisarnya bagi kesejahteraan umat manusia. Selanjutnya untuk mencapai tujuan yang suci ini Allah tidak meninggalkan manusia sendirian tetapi diberikan nya-lah petunjuk melalui para Rasulnya. Dimana dalam petunjuk ini Allah memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia, baik aqidah, ahlak maupun syariah. Dimana dua komponen yang pertama aqidah dan ahlak sifatnya konstan dan tidak mengalami perubahan dengan berbedanya waktu dan tempat. Adapun komponen yang terakhir syariah senantiasa berubah sesuai dengan kebutuhan dan taraf peradaban setempat dimana seorang rasul diutus. Kenyataan ini diungkapkan oleh nabi Muhammad s.a.w. Dalam hadist yang maknanya: “saya dan rasul-rasul yang lain tak ubahnya bagaikan saudara sepupu, syariat mereka banyak tetapi agama (aqidah)-nya satu (yaitu mentauhidkan allah)“.

Melihat kenyataan ini syariah islam sebagai suatu syariah yang dibawa rasul terakhir mempunyai keunikan tersendiri, ia bukan saja comprehensive tetapi juga universal. Rincian dari nilai-nilai universal tersebut adalah: Tauhid “Keesaan Allah”, Adl “Keadilan”, Nubuwwah “Kenabian”, Khilafah “Pemerintahan” dan Ma’ad “Hasil”. Sifat-sifat istimewa ini mutlak diperlukan sebab tidak akan ada syariat lain yang datang untuk menyempurnakannya. Comprehensive berarti ia merangkum seluruh aspek kehidupan, baik ritual (ibadah) maupun sosial (muamallah). Ibadah diperlukan dengan tujuan untuk menjaga ketaatan, dan harmonisnya hubungan antara manusia dengan khaliqnya, serta untuk mengingatkan secara kontinyu tugas manusia sebagai khalifah-nya di muka bumi. Kententuan-ketentuan muamallah diturunkan untuk menjadi rules of game dalam keberadaan manusia sebagai mahluk sosial.

Iklan

One comment on “KONSEPSI EKONOMI ISLAM

  1. Haji Muhammad Ikram Idrus..................................asli orang MAROS..........biasa dipeanggel Didu'.

    Selama ini yang terlihat dan terbaca hanyalah Konsep….konsep…..dan Konsep EKONOMI ISLAM. Adakah yg bisa menunjukkan pada saya tentang : Bagaimana seh BENTUK EKONOMI ISLAM ??
    Kalo boleh ane jawab : EKONOMI ISLAM ITU BELUM ADA (blom terstruktur). Yang ada itu cuma seputar kebaikan dan keburukan dan teknis pada hal-hal tertentu, seperti : Riba, Zakat, Adil dan sebagainya, yang pada dasarnya adalah soal BERKELAKUAN/BEHAVIOR (DOSA DAN TIDAK BERDOSA). Ini yg membuat Sistem Ekonomi Islam tidak jalan, di samping lebih dulunya BEROPERASI SISTEM eKONOMI nON ISLAM yang pelakunya Non-Muslim dan Muslim yang dampaknya sdh kita ketahui bersama, yaitu melahirkan istilah dan realitas sosial seperti : KEUNTUNGAN, INDIVIDUALISTIS, KEJAR TARGET, MULTILEVEL, YANG KAYA MAKIN KAYA, dsb. Jd menurut sy, Ekonomi Islam selama ini HANYA BERUPA KEBANGGAAN bagi kalangan orang Muslim atau negara-negara Muslim.

    Menurut saya : Langkah-langkah mewujudkan BENTUK OPERASIONAL EKONOMI ISLAM (katakanlah SISTEM EKONOMI ISLAM) SEBAGAI BERIKUT :
    1. Menyusun SECARA TERStruktur dan Operasionalisasi Ekonomi Islam yang pure dilandasi Al-Quran dan Al-Hadist.
    2. Wilayah yang mau melaksanakan Ekonomi tersebut harus Dominasi Muslim.
    3. Menetapkan bahwa Sistem Ekonomi Islam BUKAN JALAN TENGAH DARI SISTEM EKONOMI YANG ADA SAAT INI, TETAPI BENAR-BENAR SISTEM EKONOMI YANG BERDIRI SENDIRI.
    4. Wilayah dan Pemerintah setempat menghapus seluruh praktek Ekonomi yang tidak berlandaskan Islam.

    4 point yang sy sarankan diatas memang terlihat SUPER KAKU, tp itulah jalan terbaik mewujudkan dan melaksanakan Ekonomi Islam yang amar ma’ruf dan nahi mungkar. Kl TIDAK BISA mewujudkan hal ini, maka yang abadi adalah ; KONSEP EKONOMI ISLAM doank, yang memperkaya bahan ceramah dan khutbah yang diselingi LAWAKAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s