Etika Bisnis Syariah

Samsul Rizal, SE., MM

 Dalam pandangan Al Quran, tanggung jawab individual sangat penting dalam sebuah transaksi bisnis. Setiap individu bertanggungjawab terhadap semua transaksi yang dilakukannya. Tidak ada seorangpun yang memiliki previlage tertentu atau imunitas untuk menghadapi konsekuensi terhadap apa yang dilakukannya. Dalam Al Quran, hal tersebut merupakan alat pencegah terhadap terjadinya tindakan yang tidak bertanggungjawab, karena setiap orang akan dimintai pertanggungjawabannya baik di dunia maupun di akhirat.

Al Quran dan Hadist telah memberikan resep tertentu dalam tatakrama demi kebaikan seorang pelaku bisnis. Seorang pelaku bisnis diwajibkan berperilaku dengan etika bisnis sesuai dengan yang dianjurkan oleh Al Quran dan Sunnah yang terangkum dalam 3 (tiga) garis besar, yakni:

  • Murah Hati
  • Motivasi untuk Berbakti
  • Ingat Allah dan Prioritas Utama-Nya

Banyak ayat-ayat Al Quran dan Hadist Nabi yang memerintahkan kaum Muslimin untuk bermurah hati. Orang yang beriman diperintahkan untuk bermurah hati, sopan dan bersahabat saat melakukan dealing dengan sesama manusia. Al Quran secara ekspresif memerintahkan agar kaum Muslimin bersifat lembut dan sopan manakala berbicara dengan orang lain sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al Baqarah ayat 83, yang artinya

dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

dan Surah Al Israa’ ayat 53:

Artinya : dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Tindakan murah hati, selain bersikap sopan dan santun, adalah memberikan maaf dan berlapang dada atas kesalahan yang dilakukan orang lain, serta membalas perlakuan buruk dengan perilaku yang baik, sehingga dengan tindakan yang demikian musuh pun akan bisa menjadi teman yang akrab. Selain itu hendaknya seorang Muslim dapat memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan kapan saja ia dibutuhkan tanpa berpikir tentang kompensasi yang akan didapat.

Manifestasi lain dari sikap murah hati adalah menjadikan segala sesuatu itu gampang dan lebih mudah serta tidak menjadikan orang lain berada dalam kesulitan. Islam menginginkan para pemeluknya untuk selalu membantu, dan mementingkan orang lain lebih dari dirinya sendiri ketika orang lain itu sangat membutuhkannya dan berlaku moderat dalam memberikan bantuan.

Melalui keterlibatannya di dalam aktivitas bisnis, seorang Muslim hendaknya berniat untuk memberikan pengabdian yang diharapkan oleh masyarakat dan manusia secara keseluruhan. Cara-cara eksploitasi kepentingan umum, atau berlaku menciptakan sesuatu kebutuhan yang sangat artificial, sangat tidak sesuai dengan ajaran Al Quran. Agar seorang Muslim mampu menjadikan semangat berbakti mengalahkan kepentingan diri sendiri, maka ia harus selalu mengingat petunjuk-petunjuk berikut:

  1. Mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan orang lain;
  2. Memberikan bantuan yang bebas bea dan menginfakkannya kepada orang yang membutuhkannya;
  3. Memberikan dukungan dan kerjasama untuk hal-hal yang baik.

Seorang Muslim diperintahkan untuk selalu mengingat Allah, meskipun dalam keadaan sedang sibuk oleh aktivitas mereka. Umat Islam hendaknya sadar dan responsive terhadap prioritas-prioritas yang telah ditentukan oleh Sang Maha Pencipta. Prioritas-prioritas yang harus didahulukan adalah:

  1. Mendahulukan mencari pahala yang besar dan abadi di akhirat ketimbang keuntungan kecil dan terbatas yang ada di dunia;
  2. Mendahulukan sesuatu yang secara moral bersih daripada sesuatu yang secara moral kotor, meskipun akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar;
  3. Mendahulukan pekerjaan yang halal daripada yang haram;
  4. Mendahulukan bisnis yang bermanfaat bagi alam dan lingkungan sekitarnya daripada bisnis yang merusak tatanan yang telah baik.

Dari bahasan singkat di atas dapat disimpulkan, bahwa perilaku bisnis yang baik dan benar  telah di atur dengan seksama di dalam Al Quran sebagai pedoman  hidup yang komprehensif dan universal bagi seluruh umat Islam. Dengan demikian marilah kita mulai menerapkan etika-etika bisnis menurut ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallullahu Alaihi wa Sallam sejak empat belas abad yang lalu tanpa perlu bimbang dan ragu lagi.

Iklan

2 comments on “Etika Bisnis Syariah

  1. Assalamua Alaikum Waramatullahi Wabarakatuh….
    pak, dari berbagai info, telah kita tahu bahwa ekonomi syariah memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan ekonomi kovensional dan liberal. tap, mengapa di negara kita tidak diberlakukan sistem ekonomi syariah secara totalitas? menurut bapak, apakah yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah agar sistem ekonomi syariah menjadi satu-satunya sistem ekonomi yang diterapkan di negri ini.

    trus sy juga masih sedikit bingung dengan sistem bagi hasil pada perekonomian syariah, dimana sistemnya adalah bagi hasil. bagaimana dengan pegadaian syariah, jika seseorang menggadaikan barang yang hasilnya tidak dapat dipastikan secara materi. misalnya seseorang menggadaikan HP untuk membayar uang kuliah, hasil dari uang untuk bayar kuliah tidak dapat di nilai dalam bentuk angka (nominal). seandainya uang tadi digunakan untuk perdagangan, mungkin hasilnya (keuntungan) bisa dihitung dan dibagi hasilnya, tetapi ini tidak. sedangkan waktu pengembalian (penebusan) barang yang digadaikan tetap ada tambahannya. apakah ini merupakan bunga pinjaman atau bagi hasil?

    • Wa alaikum salam wr. wb

      Terimakasih buat sdr safruddin atas komentarnya.

      Penerapan Ekonomi syariah di negara kita ini memang masih menjadi kendala yang amat berat namun bukan berarti tidak mungkin. Jadi menurut saya ekonomi syariah bisa diterapkan secara totalitas ketika pemerintah kita sudah sadar bahwa penerapan ekonomi yang tidak dilandasi oleh syariah islam sama sekali tidak memberikan manfaat terutama dalam hal peningkata kesejahteraan Ummat dan pengurangan tingkat kemiskinan, selanjutnya kita perlu ketahui bahwa negara kita tidak bisa terlepas dari penerapan sistem ekonomi kapitalis dikarenakan negara kita masih banyak bergantung kepada negara-negara kapitalis sebut saja amerika serikat.

      Namun yang perlu juga kita fahami bahwa kurangnya SDM di negara kita yang faham tentang ekonomi syariah juga masih menjadi kendala sehingga harapan besar kita adalah bagaimana sekarang kita memberikan motivasi dan pemahaman kepada generasi muda Islam khususnya untuk meningkatakan pengetahuannya dibidang Ekonoi Syariah.

      wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s